Langkah - Langkah Pemesanan Tiket : 1. Cari Penerbangan di Menu di bawah. 2. Pilih Penerbangan yang akan digunakan, setelah itu masukkan data penumpang. 3. Lakukan konfirmasi ke : 081322793674 / 085777710842 / PIN : 29F91245 untuk proses issued.
Cari Penerbangan
14 September 2014
MENJELAJAH SISA-SISA PERANG SAIGON
"Jika bicara mengenai Vietnam, sebagian besar orang pasti
akan terbayang kisah perang prajurit-prajurit Viet Cong melawan bala tentara Amerika. Negeri di kawasan Indochina itu juga banyak dikenal karena salah satu kotanya menjadi nama group band asal Florida, Saigon Kick "
Vietnam kini juga dikenal sebagai negara dikawasan Asia Tenggara yang pertumbuhan ekonominya cukup maju setelah membuka diri pada tahun 90-an. Negara itu juga menjelma menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik dengan keindahan alam, ragam budaya serta
cerita sejarahnya. Salah satunya kota yang kini menjadi andalan wisata Vietnam adalah Saigon. Kota sudah berubah nama menjadi Ho Chi Minh City (HCMC) itu menyuguhkan peninggalan-peninggalan heroisme Perang Vietnam sebagai sajian utamanya. Daya tarik lainya, berbagai atraksi budaya, kuliner serta tentu saja wisata malamnya. Untuk menuju Saigon sekarang juga mudah. Sudah
ada penerbangan langsung dari Bandara Soetta ke Than Son Nhat International Airport. Jika sudah sampai di HCMC, silahkan menuju ke kawasan turis yang paling terkenal disana, Pham Ngu Lao. Di situ banyak tersedia hotel berbintang sampai kelas backpacker dengan harga yang murah. Sebagai gambaran, sebuah guest hose dengan fasilitas kamar bersih, ac, air panas, tv flat, wifi plus sarapan hanya US$ 8 per orang. Di Pham Ngu Lao, juga banyak tempat hiburan malam, restaurant dan fasilitas yang memanjakan wisatawan lainya. Di depannya terhampar taman yang luas dan jaraknya tak jauh dari Ben Than Market, pasar tradisional dan pusat penjualan souvenir. Paket tour keliling kota, bisa dipesan disitu. Kalau mau tantangan, pakailah angkutan umum atau berjalan kaki
untuk menjelajahi sudut-sudut Saigon. Dalam rangkaian city tour Saigon, tempat yang pasti
tak terlewatkan adalah Chu Chi Tunnels. Itu adalah sebuah kawasan yang dulunya merupakan ajang
pertempuran legendaris antara pasukan The Peoples Liberation Armed Forces atau yang lebih dikenal dengan Viet Cong pimpinan Paman Ho dan bala tentara negeri Paman Sam. Meski hanya bekas basis gerilya, obyek yang berjarak 30 km dari pusat kota itu sangat ramai dikunjungi wisatawan. Tarif masuknya, US$ 10 bagi wisatawan asing. Ada dua lokasi untuk melihat terowongan, Ben Duoc dan Ben Dinh. Ben Dinh lebih sering dikunjungi oleh wisatawan karena lebih dekat dengan Ho Chi Minh dan katanya para pemandunya juga lebih fasih berbahasa Inggris. Sebelum berkeliling Chu Chi, sajian awal yang kami nikmati adalah pemutaran film documenter Perang Vietnam di sebuah bunker. Berikutnya, melihat berbagai macam alat jebakan nan kejam buatan Viet Cong. Menurut guide, semua jebakan dirancang untuk membunuh pelan-pelan. Orang yang masuk dalam perangkap akan tersiksa dan akhirnya mati perlahan karena kehabisan darah dan kelaparan. Kemudian, pengunjung akan dibawa melihat bangkai tank-tank tempur Amerika. Diceritakan,Viet Cong berhasil menjebak tank tersebut dan membantai puluhan pasukan yang menyertainya. Tank tersebut menjadi salah satu spot favorit untuk berpose para pengunjung. Setelah itu, sampailah ke sebuah ‘kota’ bawah tanah yang menjadi basis gerilya Viet Cong. Tempat gerilya mereka merupakan lorong-lorong sempit, bercabang-cabang, bertingkat dan sambung menyambung. Di beberapa titik untuk menyusuri terowongan itu harus dengan jongkok, bahkan merayap. Chu Chi Tunnel memiliki panjang kurang lebih 200 km dan dibuat bertingkat 3 sehingga total panjangnya sekitar 600 km. Di dalamnya, Vietcong membuat ruang rapat, tempat tinggal, bengkel pembuatan senjata, lorong jebakan, rumah sakit, tempat bersalin, dapur dan laiinya. Semuanya dirancang sedemikian rupa sehingga meskipun hutan diatasnya sudah gundul karena Bom Napalm, terowongan mereka tetap sukar dideteksi pasukan Amerika. Untuk sirkulasi udara mereka menggunakan bambu yang disalurkan ke terowongan. Dipermukaanditutupi tumpukan batu dan disekitarnya ditaburi bubuk merica sehingga, ketika anjing pelacak didatangkan, lubang persembunyian mereka tetap tidak terdeteksi. Untuk dapur, pembuangan asapnya dibuat bertingkat-tingkat sehingga ketika keluar sudah sangat minim. Meskipun terlihat oleh pesawat pengebom Amerika, pintu keluar asap dibuat cukup jauh dari lubang perse-mbunyian sehingga bom luput dari sasarannya. Untuk sirkulasi air, mereka membuat saluran yang dialirakan langsung ke Sungai Saigon. Saluran itu juga bisa dibuat untuk serangan mendadak karena terhubung langsung ke bagian sungai yang berada di belakang markas tentara Amerika. Satu lagi, terowongan juga sengaja dibuat sangat sempit menyesuaikan tubuh pasukan Viet Cong yang memiliki tubuh kecil. Pemandu wisata menyebutkan bobot tentara mereka rata-rata 50 kg untuk laki-laki dan 40 kg untuk perempuan. Tentu saja pasukan Amerika yang rata-rata memiliki tubuh yang besar akan sangat kesulitan untuk mengejarnya di dalam lorong. Menurut cerita, Amerika frustasi menghadapi strategi perang Viet Cong. Mereka kemudian menyebar Bom Napalm untuk membuat hutan tropis yang menjadi tempat sembunyi meranggas. Setelah itu, bom-bom dengan daya ledak besar diluncurkan di kawasan itu yang diikuti dengan serangan tank tempur. Ada banyak lubang-lubang besar bekas bom jatuh dikawasan Chu Chi. Dari data yang ada dalam selebaran tentang Chu Chi Tunnels, ada lebih dari 18.000 pasukan vietkong yang bergerilya di kawasan itu. Selesai perang, hanya sekitar 6000 orang yang bertahan hidup. Destinasi city tour berikutnya di kota Paman Ho itu adalah War Remnant Museum. Ini adalah tempat mendokumentasikan kekejaman tentara Amerika dalam peperangan di Vietnam. Kalau di film Hollywood, Rambo contohnya, tentara Viet Cong digambarkan sebagai pasukan yang brutal dan kejam di tempat inilah justru terdapat dokumentasi otentik yang mengabadikan kekejaman tentara Amerika. Museum peninggalan perang ini terletak di Jalan Vo Van Tan, Distrik 3, Ho Chi Minh City. Tak sulit untuk menemukan museum itu yang didirikan pada 1978 itu atau 3 tahun sejak kemerdekaan Vietnam diproklamirkan Ho Chi Minh pada 30 April 1975. Di pelataran musium terpajang berbagai macam kendaraan perang ‘made in’ Amerika,seperti helikopter, pesawat tempur Falcon F-5A, tank dan lainnya. Setelah membeli tiket masuk seharga 15.000 VND atau Rp 7.500, Anda bisa menjelajahi museum yang di bagi dalam 7 ruangan utama yang masing-masing memiliki tema. Setiap ruang memajang foto-foto, poster, senjata dan dokumentasi Perang Vietnam, baik sebelum perang meletus, saat perang, hingga pasca perang, memasuki masa damai dan lainnya. Foto-foto yang disajikan adalah hasil karya 134 reporter perang dari 11 negara yang kabarnya kesemuanya tewas di medan perang. Di museum itu kita bisa dilihat fakta-fakta sejarah yang mencengangkan. Misalnya, dijelaskan bahwa Amerika mengerahkan sekitar 6,5 juta tentara darat, laut dan udara. Ada dua puluh dua ribu bom yang dijatuhkan tentara Amerika di sekujur Vietnam. Disitu terpampang betapa kejamnya perang yang digambarkan dari foto-foto prajurit yang sekarat di kedua belah pihak, penduduk sipil korban bom napalm, racun agent orange dan berbagai bentuk kekejaman lainya. “During the Vietnam War, 3 million Vietnamese were killed (among the 2 million civilians), 2 million people injured, 300.000 people missed. Over 2 million hectares of forests and agricultural lands destroyed by toxic chemicals. During the Vietnam War, the USA used 14 million tons of bombs and shells (20 times as much as the quantity used during the Korean War, 7 times as much as the one used during the Second World War), more than 70 million liters of toxic chemicals, among the 44 million liters of Agent Orange.”- dari brosur War Remnant Museum Usai menahan nafas di War Remnant Museum, tak jauh dari situ ada gereja cantik Notre Dame Cathredal Basilica. Gereja tersebut dibangun oleh Kolonial Perancis 1863 – 1880 yang konon dibuat mirip dengan Notre Dame yang ada di Perancis. Di seberangnya ada Central Post Office era colonial yang tak cantik. Maklum, bangunan yang selesai pada 1891 itu di desain oleh Gustave Eiffel sang arsitek Menara Eiffel legendaris itu. Kemudian, tak jauh dari situ juga ada Reunification Palace atau disebut juga Independence Palace. Tempat itu merupakan monumen bersatunya kembali vietnam utara
dan selatan pasca kemenangan Paman Ho. Istana itu pernah dijadikan tempat berkantor presiden. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi sang presiden dan cinderamata dari berbagai negara, termasuk batik keris dari Indonesia. Tak hanya kisah bersejarah, Saigon juga menyuguhkan atraksi budaya yang menawan melalui wayang air, kesenian khas Vietnam. Untuk menyaksikanya datanglah ke Teater Golden Dragon Water Puppet yang letaknya disamping Labour Cultural House, 55B. Untuk menuju kesini butuh waktu 20 menit jika berjalan kaki dari Pham Ngu Lao. Tak perlu takut panas. Disini banyak taman dan trotoarnya dipayungi pepohonan nan rindang. Untuk menonton atraksi tersebut harus membayar tiket seharga VND 80.000 atau Rp 40.000. Wayang air dalam bahasa Vietnam disebut mua roi nuoc artinya boneka yang menari diatas air. Sesuai dengan namanya, pertunjukan wayang boneka itu dilakukan diatas kolam. Ditepi, kanan dan kirinya diapit pemain musik dan penyanyi pengiring (sinden). Pemain musik juga merangkap narator yang berganti-ganti setiap babak. Lalu, dimana para pemain yang menggerakan wayang-wayang itu. Jawabanya ada setelah pertunjukan usai,saat para pemain muncul dari balik panggung dan memberi hormat. Mereka bawah kuyup. Konon Wayang Air ini sudah dikenal di Vietnam sejak abad ke-11. Kesenian ini juga menjadi kebanggaan masyarakat Vietnam, sering ditampilkan di berbagai festival internasional atau saat kegiatan pertukaran budaya dengan negara lain. Rugi besar jika ke Vietnam tak menonton pertunjukan ini. ‘Not watching a performance of Water Puppetry means not visiting Vietnam yet’. Selain itu, yang tak boleh dilupakan adalah kuliner Vietnam yang mak nyus, juga murah. Paling terkenal tentu saja Pho, makanan berkuah dengan daging, sayur dan rempah-rempah. Kemudian jangan lewatkan juga hiburan malam di Saigon. Jadi, masukan kota di selatan Vietnam itu dalam daftar tempat liburan Anda.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar